Selasa, 09 April 2019

ombak dengan arus laut

izinkan aku menulis rinduku wahai bunga permata sukma
tak habis fikirku membayang bagai karang
yang sama tak habis diterpa berulang-ulang
indah bagai senja waktu itu di Jogja istimewa
dari ombak, dalam, senyum tawanya
begitu abadi. 
kataku dalam diam
sejuk indah mewangi senyummu
gurun pasir menghitam kelam dalam
hanya satu pinta warnaku sudah tercukupi untukmu

dari arus laut, dalami novelnya yang mistik


Juni, 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar