izinkan aku menulis rinduku wahai bunga permata sukma
tak habis fikirku membayang bagai karang
yang sama tak habis diterpa berulang-ulang
indah bagai senja waktu itu di Jogja istimewa
dari ombak, dalam, senyum tawanya
begitu abadi.
kataku dalam diam
sejuk indah mewangi senyummu
gurun pasir menghitam kelam dalam
hanya satu pinta warnaku sudah tercukupi untukmu
dari arus laut, dalami novelnya yang mistik
Juni, 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar