Selasa, 09 April 2019

Jogja dan kamu

Blora juni
pagi sekali ia bergegas
diselangi guyuran air ditubuh, ia berfikir
apa iya atau tidak?
nalarku mengapkir kala itu

pudak, tempat aku memulai semua
dia begitu lihai membakuti cemasku

senja menguning solo jogjakarta
menyatu
begitu mengalir
alirannya begitu deras, tak terbendung ku akui
hampir saja terapung-apung

wahai kaum ektremis,
terima kasih
begitu,
indah kamu dan dia
ah, mulai lagi dia


Juni, 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar