Blora juni
pagi sekali ia bergegas
diselangi guyuran air ditubuh, ia berfikir
apa iya atau tidak?
nalarku mengapkir kala itu
pudak, tempat aku memulai semua
dia begitu lihai membakuti cemasku
senja menguning solo jogjakarta
menyatu
begitu mengalir
alirannya begitu deras, tak terbendung ku akui
hampir saja terapung-apung
wahai kaum ektremis,
terima kasih
begitu,
indah kamu dan dia
ah, mulai lagi dia
Juni, 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar