seribu macam alasan
alasan beribu-ribu macam
sadar diri
aku mencoba untuk tenang
dan berserah
seperti diksi buatan-Mu
pelangi,
ajaranmu
terus mengikis waktu yang tidak berlangsung lama
menghibur sejenak bumi
senja setiap hari
tapi apakah mungkin
mungkin saja menurutku
bulan dan bintang jauh berjarak
kamu aku lama berpisah
lama menurutku
2/3 hari lamanya
jarak itu ternyata memungkinkan semunya
aku dan alam semesta
aku dan kamu hasilnya
kangen
hasil dari jarak itu
pohon yang sering kita lewati
semuanya bercerita tentang kita rupanya
berbisik satu sama lain
pohon lain pun menimpali
kita menjadi obrolan mereka
batu tetap saja terdiam
tak beranjak dari tempatnya
tapi dia penangkap momen yang akurat
walaupun buku lebih baik
aku tetap memilih jadi batu
karena disana terdapat struktur
sejarah seni alam raya
hasil dari berbagai hasil
dan akhirnya terdiam membisu
kangen
dia mulamya didalam gunung
sekarang
batu dipinggir jalan raya
menetap
menatap
mantap
kita
sebagai makhluk yang saling memadu kasih
punya mimpi bersama
alam semesta
merestui kita
08 April 2019 (20:56)